Namun layaknya pertandingan besar manapun, selalu ada hiburan sebelum hidangan utama disajikan. Sialnya, dan sekaligus untungnya, saya merupakan salah satu dari empat "korban" di acara hiburan tersebut. Beginilah ceritanya...
Kuliah dibuka dengan Pak Ote memberitahukan topik hari itu: Diksi. Alias pemilihan kata. Kemudian saya lupa apa hubungannya, atau bagaimana beliau menghubung-hubungkannya, tapi kemudian topik pembicaraan sebagai intro kuliah berubah menjadi soal pacaran. Kemudian Pak Ote dengan gaya biasanya yang bersemangat dan ceria menanyakan siapa di kelas yang belum pernah pacaran seumur hidup.
Dengan ragu-ragu saya pun mengangkat tangan. Saya juga melihat ada beberapa mahasiswa lain yang mengangkat tangan dengan sama ragu-ragunya. Ternyata belum selesai sampai di situ. Pak Ote meminta kami maju ke depan! Oh. Tidak.
Bayangkan saja betapa malunya disuruh maju ke depan kelas dan dapat dilihat oleh semua bahwa kami belum pernah berpacaran! Tak heran, tidak ada yang beranjak dari kursinya. Pak Ote mulai mengeluarkan senjata lain yang umum digunakannya: provokasi. Hanya Pak Ote yang bisa memprovokasi namun tetap terasa menyenangkan. Namun masih tak ada yang bergeming. Setelah kebekuan yang alot itu, akhirnya saya pun coba memberanikan diri maju. Saya tidak begitu ingat apa reaksi Pak Ote atas keberanian dan kelapangan dada saya, namun para jomblo yang lain belum ikut maju meski sudah ada yang memimpin. Akhirnya dengan dorongan-dorongan lagi dari Pak Ote, tiga orang lainnya maju dengan ragu-ragu. Sebenarnya saya melihat bahwa salah satu anggota Bahasa Persatuan juga ada yang mengangkat tangannya ketika ditanya, tapi sampai akhir pun ia memutuskan untuk tidak maju.
Ada empat orang menyedihkan (termasuk saya) yang akhirnya berdiri di depan kelas. Tiga pria dan satu wanita. Kemudian Pak Ote meng-interview kami dengan berbagai pertanyaan. Kemudian mensurvei mahasiswa di kelas, pada umur berapa pertama kali mereka pacaran. Kemudian kembali lagi ke keempat orang menyedihkan, dan diberikan pertanyaan-pertanyaan seperti "Seperti apa sih tipe cowok/cewek idaman kamu?" "Kenapa belum pernah pacaran?" dan sebagainya. Rasanya benar-benar seperti berada di acara...
Acara ini
Pak Ote melanjutkan sedikit dengan bercerita tentang hasil survei yang menunjukkan bahwa 65% remaja tingkat SMP sudah pernah melakukan hubungan seksual dan mengimbau kami untuk tidak menjadi seperti mereka. Dengan itu akhirnya sesi yang menyedihkan ini berakhir. Atas bentuk simpatinya Pak Ote memberikan keempat orang jomblo ini satu jantung hati. Lumayan, ternyata ada hikmahnya, hehehe.
Dengan selesainya "hiburan" pembuka itu, masuklah kami pada medan perang yang saya sempat sebutkan di awal. Kami diminta mengerjakan lima puluh soal mengenai diksi dari buku cetak yang kami miliki, dan sejumlah mahasiswa yang menyelesaikannya paling cepat akan mendapatkan jantung hati (namun beliau tidak menyebutkan berapa banyak jatah atau slot bagi penerima jantung hati).
Maka dimulailah perang di tengah kesunyian. Kami dengan soal di buku. Kami dengan waktu. Kami dengan sesama kami. Tiap sel di otak kami pun bekerja, menghubungkan satu neuron dengan neuron lainnya dalam misi mencari jawaban yang dapat memberikan kami buah kemenangan.
Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk gombal sedikit
Saya tidak begitu memperhatikan berapa lama waktu yang sudah mengalir karena konsentrasi ke soal-soal yang ada. Akhirnya sesi ujian ini pun berakhir dan dilanjutkan dengan membahas jawaban-jawabannya. Biasanya hal seperti ini sangat monoton, tapi jika dibawakan Pak Ote, sesi seperti ini pun bisa menjadi menarik.
Akhirnya kelas hari itu pun selesai. Saya bersyukur masih bisa mendapat sebuah jantung hati lagi dari ujian ini. Terima kasih Pak Ote!
Nah, minggu ke-3 ini meski tetap menarik, tetapi tidak semeriah minggu ke-2. Namun saya memiliki firasat bahwa minggu ke-4 akan menjadi sangat menarik. Mari kita nantikan kejutan apa yang sudah Pak Ote siapkan untuk kita. Sampai jumpa di entri berikutnya!
Kevin Wijaya
12120210322



1 komentar:
Bergeming kan artinya diam, kalau tak ada yang bergeming berarti gerak semua dong ya? hihi.. :p Seru ya pelajarannya :D
Posting Komentar