Selamat datang di Blog kami

Ditulis oleh Patricia Cindy, Kevin Wijaya, Eric Febrian, Stevanus Kevin, Richard Sukhita





web widgets

.

.

Salam Super!

Kami kelompok Bahasa Persatuan dari
Universitas Multimedia Nusantara
yang sedang mengikuti lomba Blog Bahasa Indonesia

Patris Tobat Semua Malaikat di Bumi dan di Surga Bersorak-sorai

Sabtu, 26 April 2014

Entri kali ini dimulai dengan judul yang lebay. 
Judul itu pun saya dapat dari teman dekat di kampus, Lora Alvera huehehe ^^
yang waktu itu sempat saya ceritakan kisahku bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Dan kali ini saya akan menceritakan perubahan-perubahan yang telah terjadi.

Semua bermula ketika saya mengikuti kelas Krisma. Apa itu Krisma?
Krisma adalah salah satu dari tujuh sakramen di agama Katholik yang bersifat wajib dijalani, sakramen ini bertujuan untuk menguatkan iman yang tadinya redup dan nantinya diresmikan oleh Uskup, ya semacam begitulah. Oleh karena itu, untuk lulus dari Krisma, setiap minggu saya mengikuti kelas yang berkisar 45 menit dan mendapat bahan pelajaran tentang agama Katholik yang lebih mendalam.
Soalnya kalau tidak Krisma nanti saya tidak boleh Menikah. hahaha

Ilustrasi Peresmian Sakramen Krisma oleh Uskup


Dan salah satu syarat untuk lulus dari kelas Krisma ini yaitu dengan ikut Misa tiap minggu dengan ada tanda tangan dari Prodiakon (Petugas Ibadat yang membagikan Komuni) dan ikut aktif di lingkungan.
Saya yang tadinya jarang ke gereja, tidak aktif di lingkungan, Jarang berdoa kalau mau tidur soalnya keseringan nugas sampe larut hingga kelelahan lalu langsung tidur, jarang baca alkitab, dan hal lainnya yang menjadikanku jauh dengan Tuhan. 

SEMUANYA BERUBAH KETIKA IKUT KELAS KRISMA. YEAH!

Siapa yang Salah?

Senin, 21 April 2014

Minggu lalu, kami dihadapi dengan Ujian Tengah Semester Bahasa Indonesia. Tetapi, ada satu kejadian yang membuat saya geram. Pasalnya, jadwal ujian yang berlangsung selama 3 jam (tertera di EUIS 13.00-16.00) berubah menjadi 100 menit tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Awalnya saya tenang-tenang saja sebelum diumumkan perubahan jadwal, tetapi setelah diumumkan saya menjadi gelisah. "Waktunya terlalu singkat," pikir saya. Kemudian saya mulai mengerjakan soal-soal yang diberikan. Awalnya mudah. Nomor 1 beralih ke nomor 2 dan nomor 3. Saya mendapati kesulitan di nomor 2 dalam membuat paragraf dikarenakan kebiasaan saya untuk membuat cerita yang tidak biasa. Nomor 3 dan 4 pun sama. Kesulitannya adalah mengidentifikasi penggunaan kata yang salah dan memperbaiki kalimat sehingga menjadi efektif.

Senangnya bisa ngobrol asik dengan orang Korea

Minggu, 30 Maret 2014

Kamis, 27 Maret 2014.

Saya datang dengan waktu pas-pasan ke kelas Bahasa Indonesia,
dikarenakan angkot yang saya naiki menuju kampus sering ngetem (berhenti nunggu penumpang lain naik).
Sesampainya di kelas, saya KAGET BANGET kenapa tiba-tiba di sebelah tempat duduk saya yang biasa saya duduki dikelas disebelahnya ada Lee, orang korea yang biasanya duduk di belakang kelas.
Ada Choi juga tetapi mereka tidak duduk bareng, mungkin Pak Ote meminta mereka duduk memencar supaya enak bergaul dengan kita-kita.

Namun, KAGET BANGET-NYA saya ditunjukkan dengan ekspresi muka yang biasa saja,
padahal dalam hati panik kalau nanti suasana jadi diam dan canggung karena bingung harus ngobrol apa
atau kalau bahasa jawa-nya (kata Pak Ote) itu awkward. 

Saya tetap kalem dan tetap stay cool, perlahan saya menaruh tas saya dan duduk.
Pelajaran hari itu dibuka dengan sapaan Pak Ote dengan penuh semangat kepada murid-muridnya
dan kami mempelajari tema baru pada pertemuan ke-6, yaitu Bahasa Jurnal.
Setelah dijelaskan apa itu Bahasa Jurnal, ciri-cirinya bagaimana, kami diminta untuk mengamati bagian-bagian tertentu dari kampus yang dibagi dalam beberapa kelompok yang nantinya akan dituliskan dalam suatu artikel.

"Menyusun" Rasa Hormat

Senin, 24 Maret 2014

Pertemuan ke-5 kelas Bahasa Indonesia tidak berawal dengan baik, dikarenakan Pak Ote kala itu menceritakan hal buruk yang sedang menimpanya, yang menurut saya sangat tidak manusiawi. Singkat cerita, inti dari permasalahannya adalah manajemen kampus yang kurang baik, yang bermain hakim sendiri, dan kurangnya rasa hormat antar karyawan kampus mengakibatkan mood Pak Ote siang itu menurun. Bagaimanapun, Beliau sudah berada di kelas dan tetap harus melakukan apa yang harus dilakukannya, yaitu mengajar.

Powerpointpun dibuka dan saya serta beberapa mahasiswa lainnya - termasuk Lee, Kang, dan Choi - diminta untuk membaca beberapa paragraf sebelum akhirnya beralih ke permainan yang telah disiapkan Pak Ote. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai urutan nomor yang ditunjuk oleh beliau, kemudian duduk dengan kelompok masing-masing.

Alkisah 4 Ekor Kuda dan Kaitannya dengan Mahasiswa

Kamis, 13 Maret 2014

Ketika itu ada 4 ekor kuda di sebuah kandang, dengan 4 macam kepribadian yang berbeda.

Badly drawn horses

Kuda pertama adalah jenis kuda yang mengerti apa yang harus dilakukannya. Ketika tuannya datang, ia segera maju dan siap bekerja untuk tuannya tanpa pikir panjang. Ia tahu keuntungan jika ia bekerja dan kerugian jika ia tidak bekerja.

Kuda kedua adalah jenis kuda yang harus diberi makan baru mau bekerja. Jika tidak, ia punya alasan untuk tidak bekerja. Ia bisa saja menyalahkan tuannya karena tidak memberinya makan sebagai energi untuk bekerja.

Take Me Out versi kelas Pak Ote

Halo kembali lagi bersama tim kelompok Bahasa Persatuan.
Awal pertemuan kelas Bahasa Indonesia ke-3 di kelas M1 bersama Pak Ote
diawali dengan tulisan besar di layar proyektor kelas 


Diksi/Pemilihan Kata

Seperti biasa, Pak Ote memulai dengan sapaan-sapaan kepada mahasiswa-nya
dan mulai bertanya kepada anak-anak kelas
"Siapa diantara kalian yang seumur hidupnya belum pernah pacaran sama sekali?"
"meskipun cuma 1 hari itu juga namanya pacaran kok" ujar Pak Ote sambil tertawa.

Lalu ada 4 mahasiswa yang mengangkat tangannya, ada 3 laki-laki dan 1 perempuan. 
Mereka pun diminta untuk maju ke depan kelas dan mulai lah di wawancarai oleh Pak Ote dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu tapi masuk akal. 
Banyak Mahasiswa menyebut kalau isi seperti acara Take Me Out saja



Tetapi mereka diminta untuk menjawab pertanyaan dengan memilih kata yang tepat, sesuai dengan tema belajar pada hari itu "Diksi"

Contohnya :
1. Jujur selama ini belum pernah pacaran sama sekali?
2. Kenapa belum mau pacaran?
3. Kapan rencananya mau pacaran?
4. Dikelas ini banyak cewek/cowok ada gak yang sesuai sama tipe kalian?
5. Tipe cewek/cowok apa yang ideal menurut kalian?


Pertemuan ke-3:Diksi/Pemilihan Kata,PERJODOHAN?!

Rabu, 12 Maret 2014

Dipertemuan ketiga kali ini Pak Ote membahas tentang pemilihan kata atau dikenal dengan “Diksi”.Diawal pelajaran Pak Ote menanyakan kepada kami ‘Siapa yang selama ini belom pernah berpacaran?”dan kamis disuruh untuk tunjuk tangan.Ada beberapa dari kami yang tunjuk tangan dan yang tunjuk tangan tersebut disuruh untuk maju kedepan(sebenarnya saya juga tunjuk tangan tetapi saya tidak maju karena malas untuk ditanya-ditanya, maaf pak)..Didepan Pak Ote menanyakan “Apakah benar kalian belom pernah berpacaran?”, semuanya menjawab ‘IYA” tetapi Pak Ote merasa kami berbohong haha.Kegiatan seperti ini mengingatkan saya kepada sutau acara yang disebut TAKE ME OUT.


Acara in merupakan acara yang mempersembahakan para lelaki / perempuan yang belom mempunya pacar dibantu untuk mendapatkan pacar.Setelah acara-acara seperti ini, akhirnya membahas materi inti yang akan dipelajari di pertemuan ketiga ini dan materi yang akan disampaikan itu itu adalah pemilihan kata atau diksi.Untuk mempelajari pemilhan kata / diksi ini kami sidurh Pak Ote untuk mengisi 50 soal yang ada di buku cetak.Kita harus membenarkan kata yang menjadi bentuk yang benar dan kata Pak Ote barang siapa yang dapat menyelesaikan 50 soal duluan disuruh untuk menunjukannya ke Pak Ote.Ternyata yang menyelesaikan ke-50 soal tersebut dengan cepat mendapatkan satu bintang hati dan untungnya saya termasuk dari salah orang yang  cepat menyelesaikan ke -50 soal tersebut.Inilah kegiatan kami di pertemuan ke-3 ini , sudah dulu ya sampai ketemu di pertemuan selanjutnya.

  • Eric Febrian(12120210329)

Tak Ada Ujian yang Lengkap Tanpa Ujian Tertulis

Jika minggu sebelumnya kita memiliki battle royale empat puluh lebih mahasiswa yang bersaing kecepatan dan ketepatan membenarkan penggunaan bahasa yang salah, minggu ke-3 mengganti arena pertarungan menjadi buku-buku cetak kami. Jika minggu sebelumnya dipenuhi keramaian yang menggairahkan, pertarungan minggu ini dilakukan dengan sunyi, bagaikan pertapa yang mencari kebenaran di kesunyian.

Kuis Bahasa Indonesia yang asik !!!

Halo semua.
Pada entri baru di blog ini saya akan menceritakan tentang pertemuan ke-2 kelas Bahasa Indonesia
bersama Pak Olo Tahe Sinaga.

Pada akhir pertemuan ke-1, Pak Ote sudah memberitahukan kepada kami kalau nanti pada saat
pertemuan ke-2 kelas Bahasa Indonesia akan di adakan kuis.
Kuis tersebut diadakan per kelompok dengan sistem mengumpulkan poin terbanyak.
Sehingga, mau tidak mau kita harus belajar, aktif, cermat dan teliti untuk menjawab setiap pertanyaan yang ada.

Baru kali ini belajar Bahasa Indonesia terasa sangat menyenangkan.
Tidak terasa bosan dan suasana belajar dibawa fun tetapi serius.
Pemenang kuis ini akan dihadiahi oleh 2 jantung hati.
Dan beruntungnya kelompok Bahasa Persatuan menjadi kelompok terunggul diantara kelompok lain
dengan skor 1.620 poin.

Dengan adanya kuis ini,
kami pun menjadi ingat oleh kesalahan-kesalahan kecil dalam berbahasa Indonesia.
Contohnya dalam penulisan gelar nama, cara penulisan Rupiah Indonesia, dll.

Terima kasih Pak Ote atas cara mengajar yang beda dari yang lain dan mengasyikan ini,
sehingga kami para mahasiswa  mudah menyerap ilmu yang bapak berikan.
Sekian postingan dari saya kali ini.
Terima kasih :)

Salam hangat,
Patricia Cindy - 12120210160

Seperti di TV-TV Saja

Rabu, 05 Maret 2014

Pertemuan Bahasa Indonesia ke-2 lalu sangatlah menyenangkan. Penuh orang-orang yang kompetitif, orang-orang cermat dan teliti, dan penuh ketegangan. Wajah-wajah yang seakan siap menerkam mangsa kapan saja, siap mengoreksi apapun yang muncul di slide itu. Memang, soalnya tidak begitu sulit. Tetapi, jika dihadapkan seperti kuis, siapa yang tidak gugup?


Saya sempat menganggap kuis ini adalah suatu hal yang mudah bagi saya. Ternyata, sayapun sempat salah menjawab. Dengan tidak sadarnya bibir ini berkata lain dari yang seharusnya, seakan itu adalah akibat dari menyepelekan kuis ini.

Pertemuan Ke-2

Selasa, 04 Maret 2014

Pertemuan ke-2 telah di mulai, di pertemuan kedua ini akan di adakan kuis jantung hati. Dengan memenangkan kuis ini anggota kelompok masing-masing akan mendapatkan 2 jantung hati. Di jelaskan di pertemuan sebelumnya, dengan mengumpulkan 20 jantung hati dan mendapatkan nilai 75 keatas pada saat UTS, kita di pastikan akan mendapatkan nilai A. Tentunya kami tertarik dan semangat dalam mengikuti kuis ini. Pada pertemuan sebelumnya kami di suruh mempelajari dari buku yang telah kita beli untuk dapat menjawab pertanyaan kuis ini.

Dalam kuis ini kami mendapatkan score paling tinggi dan memenangkan jantung hati. Terima kasih kepada saudara Kevin Wijaya, dia yang paling banyak berperan dalam kelompok kami. Kevin Wijaya adalah orang yang pintar dan teliti dalam hal seperti ini. Mungkin juga hanya dia yang belajar sebelum kuliah. Jujur saya hanya membaca sedikit, karena banyak sekali tulisan di buku itu dan sedikit gambar dalam buku itu membuat saya bosan dan menutup langsung buku itu. Maka dari itu saya tidak terlalu tahu banyak tentang yang salah dan benar dalam kuis.

Kuis ini dimulai dengan membenarkan kalimat dan menjelaskannya di depan, jika benar kelompok yang maju akan mendapatkan 400 poin. Namun tidak ada yang benar dalam kuis pertama ini, score yang paling besar di dapat adalah 350 poin. Lalu di lanjutkan dengan menampilkan gambar di layar dan harus cepat tunjuk tangan dan menjawabnya. Jika benar akan mendapatkan 100 poin dan jika salah akan di kurangi 50.

Yang bisa di dapatkan dalam kuis ini, kita menyadari bahwa banyak sekali dari bahasa Indonesia yang tidak kita ketahui, masih banyak hal-hal yang kita masih tidak diketahui. Kita juga harus tangkas dalam menjawab pertanyaan dan harus mau belajar untuk mencapai sesuatu. Malas menghambat perjalanan kita menuju kesuksesan. Ya! kesuksesan.

Bahasa Persatuan - Pertemuan Ke-1

Halo nama saya Stevanus Kevin Renaldy. Saya bagian dari anggota kelompok bahasa persatuan. Saya memasuki semester yang ke-4 di jurusan desain grafis, DKV di Universitas Multimedia Nusantara. Pada mata kuliah Bahasa Indonesia, pada awalnya saya berpikir bahwa mata kuliah Bahasa Indonesia akan menjadi mata kuliah yang membosankan, seperti pengalaman saya dengan pelajaran Bahasa Indonesia pada saat saya bersekolah sebelumnya. Ternyata mata kuliah ini berbeda dengan apa yang telah saya bayangkan. Setelah bertemu dengan dosen yaitu Pak Olo Tahe Sinaga yang akrab di panggil Pak Ote, ternyata mata kuliah ini mengasyikkan. Dengan keramahan dan kelucuan pada saat mengajar, membuat saya menjadi semangat dalam menjalani mata kuliah ini.

Pada pertemuan pertama ada yang unik di kelas, yaitu ada 3 orang asing berasal dari korea yang sedang belajar berbahasa Indonesia dengan Pak Ote. Awalnya saya tidak menyadari bahwa mereka berasal dari korea. Lalu mereka di panggil Pak Ote untuk memperkenalkan diri mereka di depan kelas menggunakan bahasa Indonesia. Ternyata mereka sudah lumayan dalam berbahasa Indonesia, walaupun masih ada beberapa kata yang mereka masih susah untuk di ucapkan. Saya terkejut, setelah mengetahui bahwa mereka baru belajar berbahasa Indonesia selama 2 minggu. Saya saja belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris tidak dapat seperti mereka dalam 2 minggu. Hebatnya mereka.

Setelah itu ditunjuk beberapa orang untuk mengambil buku di ruang dosen, saya salah satunya yang di tunjuk untuk mengambil buku tersebut. Setelah sampai di ruang dosen kami menemukan bahwa tidak ada seorang dosen di dalam ruangan tersebut. Lalu kami langsung saja mengambil buku-buku tersebut tanpa izin, dalam perjalanan kembali ke kelas kami berdiskusi, apakah buku ini harus bayar atau gratis?. Ternyata buku ini harus bayar seharga Rp75.000,00. Seandainya saya tahu harus membayar buku ini, lebih baik saya tidak mengambil buku, dan meminjam dari kelas lain.

Dalam perkuliahan Pak Ote menjelaskan bahwa kita harus membanggakan bahasa Indonesia, terlebih lagi harus membanggakan tanah air kita. Dalam hati saya memang bangga kepada tanah air, namun ternyata tidak ada bukti dari perbuatan saya bahwa saya bangga terhadap Indonesia. Bukti yang Pak Ote beri tahu bahwa kita banyak yang memiliki kamus besar Bahasa Inggris dari pada kamus besa Bahasa Indonesia. Kita lebih memandang negara lain lebih hebat, tapi kita memandang negara Indonesia sendiri rendah.

Dalam perkuliahan pertama ini saya sadar, Indonesia adalah negara yang harus di banggakan. Kita memiliki banyak ragam budaya, dan kekayaan alam. Kita harus melestarikan apa yang dimiliki Indonesia, jangan hanya mengeluh. Tapi harus berbuat. Aku cinta Indonesia.

Pertemuan Ke-2 Mata Kuliah Bahasa Indonesia:Kuis Jantung Hati!!!

Hari ke-2 pelajaran Indonesia telah DIMULAI!!Seperti yang dikatakan Pak Ote di pertemuan pertama, di pertemuan ke-2 ini akan diadakan kuis jantung hati da npemenangnya akan mendapatkan jantung hati.Dihari kuis ini saya merasa sangat tegang sekali karena saya merasa waktu belajar yang saya lakukan kurang cukup,tetapi pada akhirnya saya tidak merasa tegang lagi karena tema-teman kelompok saya juga mempelajari bahan kuisnya dengan baik.Kuis ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi 1 kami yang dibagi mejadi 7 atau 8 kelompok(saya lupa haha) diperintahkan Pak Ote untuk memilih 4 dari 50 pertanyaan yang ada di buku.Satu-persatu mulai dari kelompok 1 maju dan membacakan jawaban yang benar dari soal yang dipilih.

Aturan di sesi pertama ini adalah jika semua jawaban yang dijawab benar kelompok akan mendapatkan 400 point.Oh iya, di kuis ini juga ada aturan dari Pak Ote untuk tidak menggunakan kata terus , ok, ngak tetapi harus menggunakan kata lalu, baik, dan tidak/tanpa. Kuis dimulai dan diputaran pertama ini kelompok kami mendapatkan 270 poin dari 400 poin karena ada berapa jawaban yang kelompok kami jawab dengan.Sesi pertama kuis ini berlangsung dengan sengit, di awal permainan kelompok kami menjawab dengan baik tetapi ditengah-tengah permainan kelompok kamis merasa tidak yakin dengan jawaban yang ingin diutarakan.Akhirnya sesi pertama selesai dan total poin sementara dihitung, kelompok kami mendapat total 320 poin disesi pertama ini.Seharusnya poin kami lebih besar  dari 320 tetapi karena beberapa kesalahan yang kami jawab poin kami mengalami banyak kekurangan.setelah sesi pertama selesai, kami melanjutkan kuis ini ke sesi kedua.Di sesi kedua in


Pak Ote akan menampilkan gambar-gambar yang memuat penulisan kata/ kalimat yang salah.Setiap kelompok diajurkan untuk segera memperhatikan gambar yang ditammpilkan dan cepat-cepat menjawab.Di sesi kedua ini kelompok kami menjadi sangat aktif terutama teman kami yang bernama Kevin Wijaya dapat menebak banyak gambar yang penulisan kalimat/katanya salah.Di sesi kedua ini kelompok kami mendapatkan banyak poin dan mengejar poin yang tertingal di sesi pertama.Pada akhirnya kusi jantung hati ini dimenangkan oleh kelompok kami dengan perbedaan poin yang cukup jauh yaitu beda 400-500 poin dibandingkan dengan juara ke-2 dan juara ke-3.Total poin yang kami dapatkan di akhir kuis lebih dari 1000 poin.Kelompok kami mendapatkan dua jantung hati.Melaui kusi ini, kami mendapat kan banyak sekali nilai-nilai positif seperti keberanian ketelitian, konsentrasi, kecepatan dan kejujuran.Sungguh hari yang menyenangkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia.Nah, itulah kegitan saya di mata kuliah Bahasa Indonesia di pertemuan kedua ini, sampai jumpa sampai ketemu  lagi.

  • Eric Febrian(12120210329)

Rekap Pertemuan II Bahasa Indonesia: Lomba Berbahasa

Senin, 03 Maret 2014

Halo kawan-kawan Bahasa Persatuan! Apakah kalian kangen dengan kami dan cerita seputar Pak Ote?

Kali ini saya akan menceritakan acara seru yang Pak Ote adakan di pertemuan kedua perkuliahan Bahasa Indonesia kami, yaitu kuis berbahasa dan tebak gambar (yang sebenarnya juga masih tentang berbahasa). Untuk aktivitas-aktivitas kelas seperti ini, kelas kami dibagi menjadi delapan kelompok. Mumpung belum diceritakan siapa pemenangnya, coba kalian tebak kelompok mana yang keluar sebagai juara. Penebak yang benar berhak menerima cendol.

Biaya pembelian ditanggung pemenang.

6 Bahasa? Mengapa Tidak?

Rabu, 26 Februari 2014

Nama saya Richard Sukhita Mintanto. Ya, saya adalah anggota kelompok Bahasa Persatuan. Saya baru memasuki semester 4 minggu lalu, tetapi sudah dikejutkan oleh kehadiran dosen Bahasa Indonesia, Pak Olo Tahe Sinaga atau yang akrab dipanggil Pak Ote. Memang, awalnya Beliau terlihat biasa saja. Namun, ketika ia mulai bercerita tentang pengalamannya, yang dapat saya tangkap hanyalah kecakapan dan keahliannya berbahasa. Sama sekali tidak muncul kesan negatif seperti sombong dan angkuh.

Awalnya, ia bertanya apakah ada di antara kami yang bisa berbahasa daerah. Naas, di kelas kami 99% mahasiswanya hanya berasal dari daerah Tangerang atau Jakarta, tidak seperti di kelas lain. Tetapi ketika seorang mengaku bisa berbahasa Jawa, Pak Ote lalu mulai menanggapi lawan bicaranya. Takjub, karena Beliau begitu fasih berbahasa Jawa, dan katanya, Beliau menyukainya. Lain lagi, di sebelah mahasiswa tersebut ada yang sering disebut-sebut keturunan Arab karena wajahnya yang memang seperti orang Arab. Ketika itu juga Beliau mengajak mahasiswa itu berbicara bahasa Arab. "Dosen macam apa ini?" pikir saya, "namanya, kan, nama keturunan Batak!"

Indonesia satu bahasa satu tanah airku

Halo semua, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Nama saya Patricia Cindy, salah satu mahasiswi di Universitas Multimedia Nusantara.
Saya mengambil jurusan DKV atau dengan kata lain Desain Komunikasi Visual,
dan saya mengambil jurusan Desain Grafis di UMN :)
di semester 4 ini ada salah satu matakuliah umum yaitu Bahasa Indonesia.

Pada postingan blog kali ini saya ingin bercerita tentang pertemuan pertama di kelas Bahasa Indonesia.

Kamis, 20 Februari 2014
Waktu :11.04 WIB
Lokasi : Gedung C UMN di kelas C505


Kelas Bahasa Indonesia di jadwalkan mulai pukul 11.00 dan pada pukul 11.04
saya baru sampai depan kelas.
Sambil berlari-lari kecil menuju kelas saya pun mempersiapkan kartu mahasiswa untuk absen dikelas,
takut kalau sudah mulai pelajaran. Sesampainya di kelas saya masuk dan terlihatlah suasana ramai di kelas,
tetapi terlihat proses belajar mengajar masih belum berlangsung. Dan saya melihat dosen saya yang terlihat sedang menyapa dan mengajak ngobrol murid-muridnya. Kemudian Pak Ote (nama panggilan beliau) melihat saya dan tersenyum. Saya sapa balik dosen Bahasa Indonesia itu dengan mengangguk dan tersenyum.

Dalam hati saya, "Wah, keliatannya dosennya ramah nih"
Kemudian waktu menunjukkan pukul 11.15 yang menandakan bahwa pelajaran harus sudah dimulai.
Sang dosen pun memperkenalkan dirinya di depan kelas.
Olo Tahe Sinaga itu lah nama beliau.
Orang dengan perawakan yang cukup 'berisi', baik, ramah, dan mudah melontarkan kata-kata yang sering membuat kami para mahasiswanya tertawa karenanya.


Bahasa Indonesia Itu, Menyenangkan!!!

Halo, nama saya Eric Febrian , mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara.Setelah menjalani libur yang panjang selama 2 minggu (panjang g ya?!) akhirnya saya kembali menjalani kegiatan kuliah.Di semester ini saya mendapatkan mata kuliah umum yaitu Bahasa Indonesia.Awalnya saya kira mata kuliah ini mata kuliah yang membosankan karena mengingat pelajaran SMA dulu, tetapi setelah mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia di hari pertama ternyata mata kuliah ini tidak membosankan.Di mata kuliah Bahasa Indonesia ini kami diajarkan oleh Pak  Olo Tahe Sinaga, yang akrab dipanggil dengan Pak Ote.

Mendengar materi yang diberikan Pak Ote di dalam kelas dapat membuat mahasiswa tertawa juga.Dalam menyampaikan materinya Pak Ote selalu menyelipkan lawakan agar tidak bosan.Pak Ote menguasai banyak bahasa baik itu bahsa daerah ataupun bahasa asing.Di awal pelajaran, Pak Ote menyuruh kami untuk menonton video yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan alam yang ada di Indonesia.Setelah melihat video ini saya menjadi semakin bangga menjadi masyarakat Indonesia.

Lebih dari Sekadar Berbahasa; Semangat, Kebanggaan, dan Memperluas Wawasan

Halo! Perkenalkan, saya Kevin Wijaya, salah satu anggota Kelompok Bahasa Persatuan yang kalian cintai ini! Pada entri ini, saya ingin menceritakan sedikit kesan dan pengalaman saya pada pertemuan pertama mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Multimedia Nusantara bersama Pak Olo Tahe Sinaga alias Pak Ote.

Jujur, awalnya saya kira mata kuliah ini hanya akan menjadi sebatas mata kuliah "formalitas" untuk sekedar mengulang apa yang telah kita semua pelajari selama masa sekolah. Awalnya saya kira mata kuliah ini akan menjadi satu lagi mata kuliah teori yang akan kami lalui dengan pasif dan teoretis. Namun, ternyata Pak Ote mendobrak asumsi-asumsi saya tersebut.