Selamat datang di Blog kami

Ditulis oleh Patricia Cindy, Kevin Wijaya, Eric Febrian, Stevanus Kevin, Richard Sukhita





web widgets

.

.

Salam Super!

Kami kelompok Bahasa Persatuan dari
Universitas Multimedia Nusantara
yang sedang mengikuti lomba Blog Bahasa Indonesia

Senangnya bisa ngobrol asik dengan orang Korea

Minggu, 30 Maret 2014

Kamis, 27 Maret 2014.

Saya datang dengan waktu pas-pasan ke kelas Bahasa Indonesia,
dikarenakan angkot yang saya naiki menuju kampus sering ngetem (berhenti nunggu penumpang lain naik).
Sesampainya di kelas, saya KAGET BANGET kenapa tiba-tiba di sebelah tempat duduk saya yang biasa saya duduki dikelas disebelahnya ada Lee, orang korea yang biasanya duduk di belakang kelas.
Ada Choi juga tetapi mereka tidak duduk bareng, mungkin Pak Ote meminta mereka duduk memencar supaya enak bergaul dengan kita-kita.

Namun, KAGET BANGET-NYA saya ditunjukkan dengan ekspresi muka yang biasa saja,
padahal dalam hati panik kalau nanti suasana jadi diam dan canggung karena bingung harus ngobrol apa
atau kalau bahasa jawa-nya (kata Pak Ote) itu awkward. 

Saya tetap kalem dan tetap stay cool, perlahan saya menaruh tas saya dan duduk.
Pelajaran hari itu dibuka dengan sapaan Pak Ote dengan penuh semangat kepada murid-muridnya
dan kami mempelajari tema baru pada pertemuan ke-6, yaitu Bahasa Jurnal.
Setelah dijelaskan apa itu Bahasa Jurnal, ciri-cirinya bagaimana, kami diminta untuk mengamati bagian-bagian tertentu dari kampus yang dibagi dalam beberapa kelompok yang nantinya akan dituliskan dalam suatu artikel.



Setelah kami mengadakan pengamatan kurang lebih selama 45 menit,
kami kembali ke kelas dengan data-data yang ada.
Lalu, saya melihat Lee dan Choi meniup balon yang kalau pas jaman TK-SD itu mainan yang nge-hits
yang tampaknya di berikan oleh teman-teman sekelas yang sedang membawa balon tiup setoples.

Balon tiup
Saya pun memulai pembicaraaan dengan Lee "Ini balon yang kami tiup pas kami masih kecil"
Lee pun membalas "Sama, di korea waktu kami kecil juga main balon ini"
Saya dan teman-teman saya langsung tidak menyangka dan kaget,
Ternyata balon ini sudah go international.
Dan kebetulan saya yang sehabis membeli cokelat kacamata langsung menawarkan Lee
"Lee, mau?"
"Ini cokelat yah? saya sudah makan tadi" balasnya sambil tersenyum.

Cokelat kacamata

Lalu setelah Lee dan Choi asik meniup balon, mereka menerbangkan balon itu sambil tersenyum senang.
Persis anak kecil yang sedang asik bermain balon. Namun, tidak lama kemudian balon yang mereka tiup mengempis.
Ada yang menawarkan Lee lagi untuk meniup balon tapi Lee menolaknya dengan sopan.
"tidak mau, cape" ujar Lee sambil memegang rahangnya.

Setelah asik meniup dan menerbangkan balon, duo Korea itu kembali duduk ke tempat masing-masing.
Lee membuka buku tulisnya dan menuliskan "leher" dan "letak" dengan menggaris bawahi "le"
lalu bertanya kepada saya
dimana perbedaanya, mengapa diucapkan berbeda antara leher dan letak.
Saya tidak tahu mengapa, dan kemudian meminta bantuan pada teman sekitar saya.
Kami tidak bisa menjelaskan secara detail tentang pengucapan, tapi kami hanya bisa bilang kalau sudah terbiasa sehingga menjadi tau beda dimana.

Dan pertanyaan-pertanyaan lain berlanjut tidak hanya kepada saya, tetapi ke teman-teman lain juga.
Sangat terasa pada hari itu, keakraban anak-anak kelas dengan Lee dan Choi yang sudah bisa mulai diajak ngobrol dengan enak dan sudah bisa diajak bercanda dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Ngebahas orang Korea terus daritadi haha.
Lalu bagaimana dengan artikel kami? selesai semua dan di kumpulkan pada akhir pelajaran.
Selama kami menulis artikel, Pak Ote juga menampilkan foto-foto mereka ketika di Bali.
Pak Ote iseng, mengambil foto muka dengan jarak yang dekat atau yang bahasa jawa-nya close up.
banyak yang lucu-lucu. Mereka tampak senang ketika mengunjungi Bali, terlihat dari foto-foto yang ditampilkan.

Sekian entri baru dari saya.
Salam hangat,
Patricia Cindy - 12120210160

0 komentar:

Posting Komentar