Pertemuan ke-5 kelas Bahasa Indonesia tidak berawal dengan baik, dikarenakan Pak Ote kala itu menceritakan hal buruk yang sedang menimpanya, yang menurut saya sangat tidak manusiawi. Singkat cerita, inti dari permasalahannya adalah manajemen kampus yang kurang baik, yang bermain hakim sendiri, dan kurangnya rasa hormat antar karyawan kampus mengakibatkan mood Pak Ote siang itu menurun. Bagaimanapun, Beliau sudah berada di kelas dan tetap harus melakukan apa yang harus dilakukannya, yaitu mengajar.
Powerpointpun dibuka dan saya serta beberapa mahasiswa lainnya - termasuk Lee, Kang, dan Choi - diminta untuk membaca beberapa paragraf sebelum akhirnya beralih ke permainan yang telah disiapkan Pak Ote. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai urutan nomor yang ditunjuk oleh beliau, kemudian duduk dengan kelompok masing-masing.
Setiap kelompok diberikan satu set kartu berjumlah 8 lembar yang terdapat gambar kartun di setiap lembarnya. Kami diminta menyusun kartu-kartu itu menjadi suatu cerita yang runtut dan 4 kelompok pertama yang menyelesaikan dengan cepat dan benar akan mendapat jantung hati. Beruntung kelompok saya salah satunya. Cukup menyenangkan.
Seiring berakhirnya permainan, berakhir pula cerita kali ini. Kesimpulannya, untuk mencapai sesuatu yang baik dalam bekerja berkelompok, kita harus menghargai usaha rekan kita. Jika rekan berbuat salah atau memaksakan kehendaknya, maka dengan penuh rasa hormat kita bisa menegurnya. Juga jangan berlama-lama dan membiarkan kesalahan itu berangsur-angsur sehingga menyebabkan terhambatnya penyelesaian akan apapun itu yang kita lakukan bersama. Begitu juga dalam berorganisasi dalam lingkungan kampus. Hendaknya sebagai manusia yang masih bermoral, tidak patut bagi seseorang untuk memaksakan kehendaknya tanpa suatu dasar dan tanpa hormat.
- Richard S / 12120210313 / DG M1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar