Pertemuan Bahasa Indonesia ke-2 lalu sangatlah menyenangkan. Penuh
orang-orang yang kompetitif, orang-orang cermat dan teliti, dan penuh
ketegangan. Wajah-wajah yang seakan siap menerkam mangsa kapan saja, siap
mengoreksi apapun yang muncul di slide itu. Memang, soalnya tidak begitu sulit.
Tetapi, jika dihadapkan seperti kuis, siapa yang tidak gugup?
Saya sempat menganggap kuis ini adalah suatu hal yang mudah bagi
saya. Ternyata, sayapun sempat salah menjawab. Dengan tidak sadarnya bibir ini
berkata lain dari yang seharusnya, seakan itu adalah akibat dari menyepelekan kuis ini.
Terlepas dari itu, yang sebenarnya paling menarik adalah bagaimana Pak Ote memikirkan cara agara Bahasa Indonesia itu menyenangkan. Dan, pertemuan itu benar menyenangkan. Bahasa Indonesia tidak lagi terpaku pada textbook dan bacaan-bacaan. Seharusnya, mata kuliah seperti Religiositas dan Kewarganegaraan bisa memberikan situasi yang sama, agar mahasiswa terdorong untuk aktif dan memberikan kontribusi lebih terhadap mata kuliah tersebut, karena sesuai pengalaman saya, 2 mata kuliah tersebut cukup membosankan. Bahkan kadang-kadang banyak mahasiswa yang sengaja membolos karena hal tersebut.
- Richard Sukhita Mintanto / 12120210313 / DG M1
0 komentar:
Posting Komentar