Selamat datang di Blog kami

Ditulis oleh Patricia Cindy, Kevin Wijaya, Eric Febrian, Stevanus Kevin, Richard Sukhita





web widgets

.

.

Salam Super!

Kami kelompok Bahasa Persatuan dari
Universitas Multimedia Nusantara
yang sedang mengikuti lomba Blog Bahasa Indonesia

Patris Tobat Semua Malaikat di Bumi dan di Surga Bersorak-sorai

Sabtu, 26 April 2014

Entri kali ini dimulai dengan judul yang lebay. 
Judul itu pun saya dapat dari teman dekat di kampus, Lora Alvera huehehe ^^
yang waktu itu sempat saya ceritakan kisahku bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Dan kali ini saya akan menceritakan perubahan-perubahan yang telah terjadi.

Semua bermula ketika saya mengikuti kelas Krisma. Apa itu Krisma?
Krisma adalah salah satu dari tujuh sakramen di agama Katholik yang bersifat wajib dijalani, sakramen ini bertujuan untuk menguatkan iman yang tadinya redup dan nantinya diresmikan oleh Uskup, ya semacam begitulah. Oleh karena itu, untuk lulus dari Krisma, setiap minggu saya mengikuti kelas yang berkisar 45 menit dan mendapat bahan pelajaran tentang agama Katholik yang lebih mendalam.
Soalnya kalau tidak Krisma nanti saya tidak boleh Menikah. hahaha

Ilustrasi Peresmian Sakramen Krisma oleh Uskup


Dan salah satu syarat untuk lulus dari kelas Krisma ini yaitu dengan ikut Misa tiap minggu dengan ada tanda tangan dari Prodiakon (Petugas Ibadat yang membagikan Komuni) dan ikut aktif di lingkungan.
Saya yang tadinya jarang ke gereja, tidak aktif di lingkungan, Jarang berdoa kalau mau tidur soalnya keseringan nugas sampe larut hingga kelelahan lalu langsung tidur, jarang baca alkitab, dan hal lainnya yang menjadikanku jauh dengan Tuhan. 

SEMUANYA BERUBAH KETIKA IKUT KELAS KRISMA. YEAH!

Siapa yang Salah?

Senin, 21 April 2014

Minggu lalu, kami dihadapi dengan Ujian Tengah Semester Bahasa Indonesia. Tetapi, ada satu kejadian yang membuat saya geram. Pasalnya, jadwal ujian yang berlangsung selama 3 jam (tertera di EUIS 13.00-16.00) berubah menjadi 100 menit tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Awalnya saya tenang-tenang saja sebelum diumumkan perubahan jadwal, tetapi setelah diumumkan saya menjadi gelisah. "Waktunya terlalu singkat," pikir saya. Kemudian saya mulai mengerjakan soal-soal yang diberikan. Awalnya mudah. Nomor 1 beralih ke nomor 2 dan nomor 3. Saya mendapati kesulitan di nomor 2 dalam membuat paragraf dikarenakan kebiasaan saya untuk membuat cerita yang tidak biasa. Nomor 3 dan 4 pun sama. Kesulitannya adalah mengidentifikasi penggunaan kata yang salah dan memperbaiki kalimat sehingga menjadi efektif.

Senangnya bisa ngobrol asik dengan orang Korea

Minggu, 30 Maret 2014

Kamis, 27 Maret 2014.

Saya datang dengan waktu pas-pasan ke kelas Bahasa Indonesia,
dikarenakan angkot yang saya naiki menuju kampus sering ngetem (berhenti nunggu penumpang lain naik).
Sesampainya di kelas, saya KAGET BANGET kenapa tiba-tiba di sebelah tempat duduk saya yang biasa saya duduki dikelas disebelahnya ada Lee, orang korea yang biasanya duduk di belakang kelas.
Ada Choi juga tetapi mereka tidak duduk bareng, mungkin Pak Ote meminta mereka duduk memencar supaya enak bergaul dengan kita-kita.

Namun, KAGET BANGET-NYA saya ditunjukkan dengan ekspresi muka yang biasa saja,
padahal dalam hati panik kalau nanti suasana jadi diam dan canggung karena bingung harus ngobrol apa
atau kalau bahasa jawa-nya (kata Pak Ote) itu awkward. 

Saya tetap kalem dan tetap stay cool, perlahan saya menaruh tas saya dan duduk.
Pelajaran hari itu dibuka dengan sapaan Pak Ote dengan penuh semangat kepada murid-muridnya
dan kami mempelajari tema baru pada pertemuan ke-6, yaitu Bahasa Jurnal.
Setelah dijelaskan apa itu Bahasa Jurnal, ciri-cirinya bagaimana, kami diminta untuk mengamati bagian-bagian tertentu dari kampus yang dibagi dalam beberapa kelompok yang nantinya akan dituliskan dalam suatu artikel.

"Menyusun" Rasa Hormat

Senin, 24 Maret 2014

Pertemuan ke-5 kelas Bahasa Indonesia tidak berawal dengan baik, dikarenakan Pak Ote kala itu menceritakan hal buruk yang sedang menimpanya, yang menurut saya sangat tidak manusiawi. Singkat cerita, inti dari permasalahannya adalah manajemen kampus yang kurang baik, yang bermain hakim sendiri, dan kurangnya rasa hormat antar karyawan kampus mengakibatkan mood Pak Ote siang itu menurun. Bagaimanapun, Beliau sudah berada di kelas dan tetap harus melakukan apa yang harus dilakukannya, yaitu mengajar.

Powerpointpun dibuka dan saya serta beberapa mahasiswa lainnya - termasuk Lee, Kang, dan Choi - diminta untuk membaca beberapa paragraf sebelum akhirnya beralih ke permainan yang telah disiapkan Pak Ote. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai urutan nomor yang ditunjuk oleh beliau, kemudian duduk dengan kelompok masing-masing.

Alkisah 4 Ekor Kuda dan Kaitannya dengan Mahasiswa

Kamis, 13 Maret 2014

Ketika itu ada 4 ekor kuda di sebuah kandang, dengan 4 macam kepribadian yang berbeda.

Badly drawn horses

Kuda pertama adalah jenis kuda yang mengerti apa yang harus dilakukannya. Ketika tuannya datang, ia segera maju dan siap bekerja untuk tuannya tanpa pikir panjang. Ia tahu keuntungan jika ia bekerja dan kerugian jika ia tidak bekerja.

Kuda kedua adalah jenis kuda yang harus diberi makan baru mau bekerja. Jika tidak, ia punya alasan untuk tidak bekerja. Ia bisa saja menyalahkan tuannya karena tidak memberinya makan sebagai energi untuk bekerja.

Take Me Out versi kelas Pak Ote

Halo kembali lagi bersama tim kelompok Bahasa Persatuan.
Awal pertemuan kelas Bahasa Indonesia ke-3 di kelas M1 bersama Pak Ote
diawali dengan tulisan besar di layar proyektor kelas 


Diksi/Pemilihan Kata

Seperti biasa, Pak Ote memulai dengan sapaan-sapaan kepada mahasiswa-nya
dan mulai bertanya kepada anak-anak kelas
"Siapa diantara kalian yang seumur hidupnya belum pernah pacaran sama sekali?"
"meskipun cuma 1 hari itu juga namanya pacaran kok" ujar Pak Ote sambil tertawa.

Lalu ada 4 mahasiswa yang mengangkat tangannya, ada 3 laki-laki dan 1 perempuan. 
Mereka pun diminta untuk maju ke depan kelas dan mulai lah di wawancarai oleh Pak Ote dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu tapi masuk akal. 
Banyak Mahasiswa menyebut kalau isi seperti acara Take Me Out saja



Tetapi mereka diminta untuk menjawab pertanyaan dengan memilih kata yang tepat, sesuai dengan tema belajar pada hari itu "Diksi"

Contohnya :
1. Jujur selama ini belum pernah pacaran sama sekali?
2. Kenapa belum mau pacaran?
3. Kapan rencananya mau pacaran?
4. Dikelas ini banyak cewek/cowok ada gak yang sesuai sama tipe kalian?
5. Tipe cewek/cowok apa yang ideal menurut kalian?


Pertemuan ke-3:Diksi/Pemilihan Kata,PERJODOHAN?!

Rabu, 12 Maret 2014

Dipertemuan ketiga kali ini Pak Ote membahas tentang pemilihan kata atau dikenal dengan “Diksi”.Diawal pelajaran Pak Ote menanyakan kepada kami ‘Siapa yang selama ini belom pernah berpacaran?”dan kamis disuruh untuk tunjuk tangan.Ada beberapa dari kami yang tunjuk tangan dan yang tunjuk tangan tersebut disuruh untuk maju kedepan(sebenarnya saya juga tunjuk tangan tetapi saya tidak maju karena malas untuk ditanya-ditanya, maaf pak)..Didepan Pak Ote menanyakan “Apakah benar kalian belom pernah berpacaran?”, semuanya menjawab ‘IYA” tetapi Pak Ote merasa kami berbohong haha.Kegiatan seperti ini mengingatkan saya kepada sutau acara yang disebut TAKE ME OUT.


Acara in merupakan acara yang mempersembahakan para lelaki / perempuan yang belom mempunya pacar dibantu untuk mendapatkan pacar.Setelah acara-acara seperti ini, akhirnya membahas materi inti yang akan dipelajari di pertemuan ketiga ini dan materi yang akan disampaikan itu itu adalah pemilihan kata atau diksi.Untuk mempelajari pemilhan kata / diksi ini kami sidurh Pak Ote untuk mengisi 50 soal yang ada di buku cetak.Kita harus membenarkan kata yang menjadi bentuk yang benar dan kata Pak Ote barang siapa yang dapat menyelesaikan 50 soal duluan disuruh untuk menunjukannya ke Pak Ote.Ternyata yang menyelesaikan ke-50 soal tersebut dengan cepat mendapatkan satu bintang hati dan untungnya saya termasuk dari salah orang yang  cepat menyelesaikan ke -50 soal tersebut.Inilah kegiatan kami di pertemuan ke-3 ini , sudah dulu ya sampai ketemu di pertemuan selanjutnya.

  • Eric Febrian(12120210329)