Selamat datang di Blog kami

Ditulis oleh Patricia Cindy, Kevin Wijaya, Eric Febrian, Stevanus Kevin, Richard Sukhita





web widgets

.

.

Salam Super!

Kami kelompok Bahasa Persatuan dari
Universitas Multimedia Nusantara
yang sedang mengikuti lomba Blog Bahasa Indonesia

Lebih dari Sekadar Berbahasa; Semangat, Kebanggaan, dan Memperluas Wawasan

Rabu, 26 Februari 2014

Halo! Perkenalkan, saya Kevin Wijaya, salah satu anggota Kelompok Bahasa Persatuan yang kalian cintai ini! Pada entri ini, saya ingin menceritakan sedikit kesan dan pengalaman saya pada pertemuan pertama mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Multimedia Nusantara bersama Pak Olo Tahe Sinaga alias Pak Ote.

Jujur, awalnya saya kira mata kuliah ini hanya akan menjadi sebatas mata kuliah "formalitas" untuk sekedar mengulang apa yang telah kita semua pelajari selama masa sekolah. Awalnya saya kira mata kuliah ini akan menjadi satu lagi mata kuliah teori yang akan kami lalui dengan pasif dan teoretis. Namun, ternyata Pak Ote mendobrak asumsi-asumsi saya tersebut.




Awal pelajaran kami dimulai dengan Pak Ote memperkenalkan tiga orang mahasiswa exchange student dari Youngsan University, Korea. Nama Indonesia mereka adalah Daniel, Freddy, dan Dennis. Sayangnya saya belum hafal nama Korea mereka. Salah satu pelajaran yang Daniel, Freddy, dan Dennis pelajari selama berada di Indonesia tentunya adalah Bahasa Indonesia. Pak Ote menginstruksikan mereka untuk memperkenalkan diri dalam Bahasa Indonesia, disambung dengan sesi tanya-jawab dari kelas kami. Kawan-kawan di kelas kami nampak malu-malu atau canggung dalam memberikan pertanyaan, sehingga setelah saya melontarkan pertanyaan pertama, kelas diisi oleh kesunyian. Namun, pada akhirnya berkat candaan serta dorongan baik dari sesama mahasiswa dan Pak Ote, akhirnya ada penanya lain. Pertanyaan yang dilontarkan pun cukup menarik, "Apakah kalian sudah punya pacar?"

Pertanyaan tersebut mengisi kelas dengan tawa. Ketiga mahasiswa Korea itu menjawab satu per satu, dan selalu diselingi candaan Pak Ote yang segar. Bagi kalian yang penasaran, sayangnya mereka sudah memiliki pacar. Namun, pacar-pacar mereka berada di Korea. Jadi, jangan putus harapan dulu, siapa yang tahu mereka ingin mencari pacar orang Indonesia juga? Hehe.

Kelas dilanjutkan dengan penayangan sebuah video klip tentang Indonesia yang disertai lagu "Indonesia Pusaka" Ismail Marzuki. Kami diminta menuliskan sebuah esai singkat mengenai isi video tersebut, atau apa yang kami rasakan setelah menontonnya.

Setelah beberapa anak diminta maju membacakan tulisan mereka, Pak Ote memulai sesi yang "menyentil" pola pikir kami, seolah gelembung yang selama ini membawa kami dipecahkan. Tanpa perlu beliau menunjukkan kepada kami apa yang ingin disampaikan, kami sudah menjawab sendiri hal-hal tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan beliau. Kami pun mulai menyadari satu demi satu "lubang-lubang" dari logika-logika kami yang selama ini kami kira benar. Kami,—atau setidaknya, saya—mulai menyadari bahwa praktik berbahasa itu lebih dari sekedar berbahasa; lebih dari sekedar proses menuangkan informasi ke bentuk lisan. Penemuan akan lubang-lubang di logika saya itu membuat saya menanyakan ulang, apa sebenarnya nasionalisme yang selama ini kami pikir sudah kami miliki, sekaligus memperbaharui semangat nasionalisme tersebut.


Selanjutnya, Pak Ote banyak bercerita mengenai pengalaman-pengalamannya mengajarkan Bahasa Indonesia ke orang-orang dari berbagai kewarganegaraan. Pak Ote juga menunjukkan video-video perjalanannya, video-video aksinya di berbagai lomba dan acara nasional maupun internasional, serta video-video aktivitas kelas-kelas Bahasa Indonesia beliau. Apa yang saya lihat sungguh membuka mata dan memperluas wawasan saya. Ternyata banyak orang asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia. Ternyata Bahasa Indonesia itu mahal. Ternyata Indonesia adalah negara yang dilihat dengan kekaguman dan kehormatan oleh bangsa lain! 

Video aktivitas-aktivitas kelas beliau juga memberitahu kami bahwa kelas Pak Ote bukanlah kelas yang konvensional. Bukan kelas yang klasik. Kami akan banyak memiliki kegiatan yang edukatif dan menarik pada saat bersamaan. Benar saja, tak lama Pak Ote mulai menjelaskan program-programnya, yang salah satunya adalah blog yang kami telah buat ini.

Terakhir, kami ingin mempersembahkan sebuah video klip yang kami buat sebagai persembahan kepada mata kuliah ini. Selamat menyaksikan!





- Kevin Wijaya (12120210322)

0 komentar:

Posting Komentar